People Innovation Excellence
 

Tema

INOVASI YANG TANGKAS DI ERA VUCA

English Version

Dalam menghadapi perubahan Revolusi Industri 4.0 perusahaan selalu menghadapi ketidakpastian. Ketidak pastian itu memerlukan perubahan yang akan selalu datang mengikuti. Bahkan perubahan itu semakin cepat mendera perusahaan. Jika dulu perubahan dan kemajuan teknologi berlangsung dalam waktu cukup lama, kini perubahan teknologi jangka waktunya semakin pendek. Dulu misalnya sebuah mesin produksi baru akan usang dalam waktu lima atau sepuluh tahun.  Di era digital, teknologi baru bermunculan setiap saat.  Mesin yang baru dipasang bulan lalu, boleh jadi sudah menjadi kadaluwarsa di bulan depan.

Begitu halnya dengan pemimpin bisnis di seluruh dunia, kini menghadapi fenomena yang sama. Mereka dihadapkan pada situasi yang sangat tidak nyaman dan amat menantang. Mereka berhadapan dengan era VUCA. Sesuai namanya, era VUCA penuh dengan perubahan-perubahan yang amat cepat (volatility), situasi yang tidak pasti (uncertainty), situasi yang rumit (complexity), dan pemikiran ambigu (ambiguity).

Era VUCA menuntut banyak pihak, bukan saja para pelaku bisnis, wirausahawan, birokrat, peneliti, dan akademisi untuk cepat tanggap dengan segala perubahan yang terjadi. Karena jika tidak diantisipasi, maka ancaman kegagalan organisasi dan kolaps akan terjadi.

Revolusi digital mampu menyingkirkan para raksasa bisnis yang terlena dengan paradigma lama dalam menjalankan bisnisnya.  Perusahaan yang mengalami hal ini misalnya Kodak, Nokia, dan disrupsi (gangguan) dari Uber/Grab terhadap perusahaan taksi konvensional. Kini perusahaan harus siap setiap saat menghadapi turbulensi, akibat perubahan yang cepat dan serba mendadak.

Era disrupsi telah menimbulkan turbulensi bagi banyak sektor bisnis. Mereka yang tidak siap menghadapi perubahan yang kian cepat, hampir pasti akan tergilas dan tinggal menjadi sejarah.  Oleh karena itu, menghadapi perubahan lansekap bisnis yang amat cepat dan seolah-olah tidak terkendali itu, mengharuskan pemimpin perusahaan harus lebih sigap dalam mengelola bisnisnya. Transformasi bisnis kerap disarankan sebagai jurus untuk bertahan di era VUCA, tentu saja dengan lebih dulu melakukan transformasi budaya perusahaan.

Perubahan dari era analog ke era digital yang mengeksplorasi semua model bisnis untuk menjaga proses bisnis perusahaan, kata kuncinya adalah kemajuan dan perubahan. Kemajuan dan perubahan ini dapat dicapai melalui inovasi yang tangkas (agile innovation). Dalam hal ini faktor pemicu utamanya adalah VUCA.

Inovasi yang tangkas memerlukan serangkaian perubahan paradigma, yaitu mulai dari pola pikir yang harus secara berkesinambungan kita pertanyakan serta perubahan dan penguatan budaya inovatif perusahaan. Karena yang terjadi adalah paradigma inilah yang sejatinya membatasi aspek-aspek, pilihan-pilihan yang dapat diambil dalam merespons perubahan lingkungan bisnis. Dengan kata lain, dalam menghadapi perubahan, perusahaan memerlukan organisasi yang fleksibel.  Organisasi seperti ini mampu mengubah dirinya agar tetap relevan di tengah dunia usaha yang berubah dan bergejolak.

Menurut Morris et al. (2014) dalam bukunya “Agile Innovation”, terdapat 12 prinsip untuk menjadi perusahaan yang menerapkan inovasi yang tangkas. Keduabelas prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Delight the customer through rapid delivery of a minimal key feature set;
  2. Welcome changing requirements by building in a rapid pivot innovation model;
  3. Deliver value continuously that fulfills progressively deeper tacit customer needs;
  4. Implement agile innovation as a team sport, daily;
  5. Build projects around incentivized and empowered innovators;
  6. Convey information face to face using co-facilitation process;
  7. Measure progress by completion of working innovations;
  8. Maintain a consistent cadence of progress by adopting proven methodologies;
  9. Aim to simultaneously master customer insight and technical excellence;
  10. Simplify, simplify, simplify;
  11. Unleash ideation by unlocking your team’s core creativity; dan
  12. Hold innospectives to continuously learn and improve.

Dengan kata lain, inovasi yang tangkas di internal perusahaan memerlukan:

  • Adaptability to change
  • Growth steadily
  • Innovativeness mindset and capability
  • Learning continuously
  • Excellence in achieving performance

Dengan memahami dan menerapkan ke-12 prinsip tersebut, maka diharapkan perusahaan tidak saja dapat beradaptasi terhadap perubahan dan gejolak lingkungan bisnis, namun juga dapat menjaga masa depan usahanya di kemudian hari. Inovasi yang tangkas tidak saja akan memperpanjang kelestarian keunggulan daya saing (sustainable competitive advantage) perusahaan, tetapi menjamin keberlangsungan bisnis (business sustainability) dan pertumbuhan (growth) perusahaan-perusahaan di masa mendatang, di industri manapun mereka berkecimpung.

 

Dr. Mohammad Hamsal, MSE., MQM., M.B.A
Dr. Asnan Furinto, S.T., M.M


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close